Sabtu, 01 Agustus 2015

556
AL-HAYAH HAYATUNA

     
 Taqabbalallahu minna waminkum taqabbal yaa kariim, selamat hari raya Idul Fitri 1436 H mohon maaf lahir & bathin. takbir bergemuruh pagi itu, ayam berkokok serta suara kendaraan yang tak seramai biasanya mengawali pagi itu, pagi yang membawa kelahiran baru dan lembaran baru bagi setiap ummat Islam yang menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan yang penuh ampunan Bulan Ramadhan.
      Allaahuakbar!!!! Allaahuakbar!!!! Allaahuakbar!!!! keluar dari mulut sang khatib yang tidak lain saat itu adalah guru tercinta DR.Ali Akhmadi MA, al-Hafizh. Isi khutbah yang mengajak manusia untuk kembali pada jalan kebanaran. para jamaah bersalaman dan bermaaf-maafan selepas shalat Ied, ah itu sebuah tradisi yang memang seharusnya di lakukan di hari lebaran, namun menjadi persoalan apakah itu berlanjut sampai seterusnya?. pagi itu di aula al-Hayah ramai sekali teman-teman yang gak pulang kampung menhabiskan liburan kali ini di pesantren jauh dari orang tua, menahan rindu menahan rasa untuk berjumpa denga sanak keluarga, ah la tahzan!! hehe kita kan keluarga juga di bawah naungan al-Qur'an. innamal mu'minunah ikhwah? hehehe.
       Siang di hari lebaran mengunjungi rumah salah satu donatur, ramai sekali siang itu meskipun cukup panas dan menahan dahaga, syukur puasa udah lewat kalau gak bisa batal ni, hehe lebay.!!,tapi rasa dahaga hilang sesampainya di sana dengan di suguhkan hidangan ala lebaran wajah yang lesu berubah menjadi segaaarrr!!, weenakk!! mantaaapp!!. eh tau-taunya teman-teman ikhwan malah nyasar hihixx, kok bisa? ya bisalah namanya juga gak tau, hari menjelang sore kamipun kembali. aduh suka duka lebaran di perantauan.di kala rasa rindu menggebu lama tak jumpa dengan keluarga di moment seperti ini justru malah gak berjumpa ama keluarga, oke woless!! in ayaa Allah tahun depan okle.

        akhirnya malam pun tiba rasa penat dan capek gak bisa di tawar lagi selain tidur dan istrihat adalah 


satu-satunya penawar di antara kedua-duanya?????? bingung!!??. Selamat Lebaraaaan!!!!!



The Simple

Selasa, 10 September 2013


SEJARAH PENULISAN TAFSIR

     

      Ahli tafsir atau yang di kenal dengan istilah mufassir muncul sejak masa Rasulullah SAW kemudian di teruskan oleh para sahabat-sahabatnya dengan generasi-generasi sesudahnya. Sehingga membentuk kelompok-kelompok ahli tafsir yang memiliki aliran dan corak yang semakin mewarnai khazanah keilmuan islam.

1. Rasulullah SAW juru penerangan al-Qur'an pertama

      Perkembangan ilmu tafsir al-Qur'an telah mencapai kemajuan pesat sejalan dengan perjalanan ilmu pengetahuan modern. Dari abad ke abad para ilmuan Islam di bidang tafsir tampil ke panggung sejarah menyumbangkan pikirannya bagi umat manusia dalam rangka memahami dan menghayati al-Qur'an sebagai sumber petunjuk dan ilmu.
      
      Sesungguhnya apa yang di sebut tafsir al-Qur'an yang demikian banyak corak ragamnya, yang tersusun dalam kitab-kitab mulai dari yang tipis sampai yang tebal-tebaltelah mulai semenjak zaman Rasulullah SAW. Beliau sendirilah yang mulai pertama kali  sebagai orang yang menerangkan kitabullah sesuai dengan kedudukan beliau sebagai "utusan Allah"
        Allah berfirman:
        artinya: "Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur'an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka". (QS. An-Nahl :44)

      beliau menerangkan berdasarkan keterangan-keterangan yang beliau peroleh dari malaikat jibril dan kemudian beliau jelaskan dengan bahasa beliau sendiri. Penjelasan kitab suci itu bukan buah pikiran Rasul melainkan bersumber dari wahyu juga. Dengan begitu penuturan Rasulullah SAW mengenai persoalan-persoalan agama, tidak terlepas kaitannya dengan wahyu dan tiada mungkin beliau berbicara menurut kemauan sendiri.
           Allah berfirman:
            artinya:
"dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya tiada lain hanyalah  wahyu yang di wahyukan (kepadanya)".
 (QS. An-Najm : 3-4)










YAYASAN AL-HAYAH HAYATUNA, Jl.Ciliwung, no. 26 Kramatjati, Cililitan, Jakarta Timur - |