Selasa, 10 September 2013


SEJARAH PENULISAN TAFSIR

     

      Ahli tafsir atau yang di kenal dengan istilah mufassir muncul sejak masa Rasulullah SAW kemudian di teruskan oleh para sahabat-sahabatnya dengan generasi-generasi sesudahnya. Sehingga membentuk kelompok-kelompok ahli tafsir yang memiliki aliran dan corak yang semakin mewarnai khazanah keilmuan islam.

1. Rasulullah SAW juru penerangan al-Qur'an pertama

      Perkembangan ilmu tafsir al-Qur'an telah mencapai kemajuan pesat sejalan dengan perjalanan ilmu pengetahuan modern. Dari abad ke abad para ilmuan Islam di bidang tafsir tampil ke panggung sejarah menyumbangkan pikirannya bagi umat manusia dalam rangka memahami dan menghayati al-Qur'an sebagai sumber petunjuk dan ilmu.
      
      Sesungguhnya apa yang di sebut tafsir al-Qur'an yang demikian banyak corak ragamnya, yang tersusun dalam kitab-kitab mulai dari yang tipis sampai yang tebal-tebaltelah mulai semenjak zaman Rasulullah SAW. Beliau sendirilah yang mulai pertama kali  sebagai orang yang menerangkan kitabullah sesuai dengan kedudukan beliau sebagai "utusan Allah"
        Allah berfirman:
        artinya: "Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur'an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka". (QS. An-Nahl :44)

      beliau menerangkan berdasarkan keterangan-keterangan yang beliau peroleh dari malaikat jibril dan kemudian beliau jelaskan dengan bahasa beliau sendiri. Penjelasan kitab suci itu bukan buah pikiran Rasul melainkan bersumber dari wahyu juga. Dengan begitu penuturan Rasulullah SAW mengenai persoalan-persoalan agama, tidak terlepas kaitannya dengan wahyu dan tiada mungkin beliau berbicara menurut kemauan sendiri.
           Allah berfirman:
            artinya:
"dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya tiada lain hanyalah  wahyu yang di wahyukan (kepadanya)".
 (QS. An-Najm : 3-4)










Jumat, 16 Agustus 2013

 

Bab 1

Pendahuluan

      Al-Qur'anul kariim adalah kitab Allah yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW, mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ilmu pengetahuan, kisah-kisah, filsafat, peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku manusia dan tata cara hidup manusia, baik sebagai makhluk individu atau pun sebagai makhluk sosial,sehingga berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.
       Al-Qur'anul kariim dalam menerangkan hal-hal tersebut di atas, ada yang di kemukakan secara terperinci, seperti yang berhubungan dengan hukum perkawinan, hukum warisan dan sebagainya,dan ada pula yang di kemukakan secara dan garis besarnya saja. Yang di terangkan secara umum dan garis-garis besarnya ini, ada yang diperinci dan di jelaskanhadist-hadist nabi Muhammad SAW, dan ada yang di arahkan pada kaum muslimin sendiri yang di sebut ijtihad.
      begitu pula halnya tafsir al-Qur'an ia berkembang mengikuti irama perkembangan masa dan memenuhi kebutuhan manusia dalam suatu generasi. Tiap-tiap masa dan generasi menghasilkan tafsir-tafsir al-Qur'an yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan generasi itu dengan tidak menyimpang dari hukum-hukum agama.



SYAHBUDI D SANGADJI


  


Rabu, 14 Agustus 2013


Bismillahirrahmaanirrahiim
Renungan untuk intropeksi diri
1 hari akhirat sama dengan 1000 tahun dunia
  • 24 jam akhirat sama dengan 1000 tahun dunia
  • 3 jam akhirat sama dengan 125 tahun dunia
  • 1,5 jam akhirat sama dengan 62,5 tahun dunia

Umur manusia rata-rata 60-70 tahun, jadi hidup manusia jika di lihat dari langit (akhirat) hanyalah 1,5 jam saja.

Waktu kita di dunia ini hanya 1,5 jam! pantaslah kita untuk selalu di ingatkan masalah waktu, hanya 1,5 jam saja.

Sungguh waktu yang sangat singkat, namun akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, apakah kita hendak keSURGA atau keNERAKA, cuma 1,5 jam penderitaan karena berbagai ujian, maka berSABARlah hanya 1,5 jam.


SABAR ITU INDAH

YAYASAN AL-HAYAH HAYATUNA, Jl.Ciliwung, no. 26 Kramatjati, Cililitan, Jakarta Timur - |